Hana Fauzia

man jadda wa jadda ;)

Selasa, 25 September 2012

terapi panas dingin kdpk

MAKALAH
KETERAMPILAN DASAR PRAKTIK KLINIK
TEKNIK PEMBERIAN OBAT MELALUI
TERAPI PANAS DINGIN

Pembimbing: Ibu Winarni, S.Si.T
Disusun oleh:
KELOMPOK : 9
Hana Fauzia        (A2012040)
Hanggarin Manis Desanti        (A2012041)
Hanik Rahmawati Rosidah        (A2012042)
Helmina Javana Lianingrum        (A2012043)
Hismiana Nur Hasanah        (A2012044)

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
 ‘AISYIYAH SURAKARTA
        2012

Kata Pengantar

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hinayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca dalam administrasi pendidikan dalam profesi kebidanan

Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.

Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.



                                Surakarta,15 September 2012


                                    Penulis






DAFTAR ISI
JUDUL ……………………………………………………………………….  i
KATA PENGANTAR ……………………………………………………….. ii
DAFTAR ISI ………………………………………………………………… iii
BAB I  PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG …………………………………………… 1
TUJUAN………………………………………………………….. 1
 RUMUSAN MASALAH………………………………………… 1
BAB II  PEMBAHASAN
2.1 PENGERTIAN TERAPI………………………………………….  2
2.2     MACAM-MACAM TERAPI
    A. PENGERTIAN TERAPI PANAS……………………………..  2
B. PENGERTIAN TERAPI DINGIN…………………………….  6
BAB III PENUTUP
KESIMPULAN ………………………………………………….  10
 SARAN………………………………………………………….  10
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………..  11





BAB I
PENDAHULUAN

 LATAR BELAKANG
Terapi panas dingin dengan menggunakan  unsur  panas dan dingin digunakan dalam perawatan orang- orang sakit. Meskipun penatalaksanaan kompres panas dan dingin hampir tidak dipakai lagi, perawat orang sakit tetap akan menggunakan secara teratur didalam praktek.
Dengan perkembangan jaman, orang mulai mengetahui dan melihat cara kerja sumber- sumber panas dan dingin. Dalam abad kemajuan ilmu teknik, cara penanganannya menjadi lebih modern tetapi esensi atau cara penanganannya yang lama tetap sama. Sering orang condong untuk tidak menganggap pentingnya perawatan sehari- hari ini. Suatu pemahaman yang betul tentang terapi panas dan dingin dan suatu observasi yang baik terhadap pasien/ penghuni adalah sangat penting. ( Stevens, P.J.M dkk.2000:342).

1.2. TUJUAN
   
Mampu mengetahui apa  pengertian terapi panas dingin
Mengetahui apa saja  sumber- sumber terapi panas dingin
3.      Mengetahui bagaimana cara pemberian terapi panas dingin.
4.      Mampu memberikan pengobatan pada pasien dengan cara terapi panas dingin.
 RUMUSAN MASALAH
Dalam menyusun makalah konsep dasar praktik klinik .Teknik Pemberian Obat Melalui Terapi Panas Dingin ini, penulis menentukan rumusan masalah sebagai berikut :
 Apa definisi Terapi Panas Dingin ?
  Bagaimana cara pemberian terapi panas dingin?






BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Terapi
Terapi adalah suatu proses berjangka panjang berkenaan dengan rekonstruksi pribadi.Dalam kamus Bahasa Indonesia, definisi terapi adalah “usaha untuk memulihkan kesehatan orang yang sedang sakit”. Tidak disebut ‘usaha medis’ dan juga tidak disebut menyembuhkan penyakit. Maka kita bisa paham bahwa terapi adalah lebih luas daripada sekadar pengobatan atau perawatan. Apa yang dapat memberi kesenangan, baik fisik maupun mental, pada seseorang yang sedang sakit dapat dianggap terapi.
Macam-macam Terapi
 Terapi Panas
Terapi panas merupakan terapi dengan menggunakan panas. Pemberian panas  adalah memberikan rasa hangat pada bagian tubuh yang memerlukan Sedangkan kompres adalah salah satu metode fisik yang digunakan untuk menurunkan suhu tubuh bila anak demam yang sudah dikenal sejak zaman dulu. Kompres panas membantu meredakan sakit yang berhubungan dengan radang sendi dan otot kaku dengan mengurangi ketegangan dan melancarkan aliran darah.
Tujuan
Terapi Panas pada tubuh bertujuan untuk meningkatkan perbaikan dan pemulihan jaringan. Bentuk kompres termal biasanya bergantung pada tujuannya. Kompres panas akan menghangatkan menghangatkan area tubuh tersebut. Kompres panas menghasilkan perubahan fisiologis suhu jaringan, ukuran pembuluh darah, tekanan darah kapiler, area permukaan kapiler untuk pertukaran cairan dan elektrolit, dan metabolisme jaringan. 
Contoh Perantara Terapi Panas
  Kendi


Antara lain terdapat kendi yang terbuat dari batu atau logam. Pada penggunaannya kendi ini diisi dengan air mendidih, namun pada kebanyakan hal tersebut sudah tidak dipergunakan lagi.  Yang sekarang digunakan adalah kendi yang dilebur padat, yang dapat diisi dengan air atau paraffin. Kendi ini dipanaskan sampai mencapai suhu 90C atau dipertahankan pada suhu tersebut dalam sebuah pemanas kendi.

b.      Kantung Air Panas
 Kantung air panas merupakan kantung karet dapat ditutup dengan sekrup diperlengkap dengan penutup karet / sebuah lempeng karet. Kantung diisi dengan air yang panasnya 80C. Air yang mendidih akan merusak kantung yang terbuat dari bahan karet. Kantung air panas diisi air panas sampai 1/3 penuh.
Peralatan yang diperlukan
1.   Kantung air panas                       
2.   Air panas
3.   Kantung atau sarung flannel (misalnya sarung kecil)
4.   Handuk
Cara Kerja
a.   Periksalah keadaan kantung air panas
b.   Isi kantung air panas dengan sejumlah air panas yang dibutuhkan
c.   Hilangkan udara yang terdapat dalam kantung air panas dengan meletakkan kantung air panas secara mendatar, leher mulut kantung sedikit ditinggikan, turunkan perlahan hingga udara dalam kantung terdorong oleh air keluar.
d.   Tutup kantung dengan skrup penyumbatnya.
e.    Keringkan bagian luar dan dalam leher mulut kantung.
f.    Periksa kantung air panas bocor ataukah tidak.
g.   Pasang kantung/ sarung flannel untuk membungkus kantung air panas.
h.   Letakkan kantung itu pada kaki penderita / tempat lain yang diinginkan dan tidak boleh pada bagian tubuh yang telanjang.
i.     Pada penggunaan yang berlangsung lama, jangan sampai lupa memeriksa kulit penderita pada tempat diletakkannya kantung.

Bantal Listrik





Bantal listrik jarang sekali dipergunakan. Misalkan saja seorang penderita membutuhkannya, maka hendaknya kita selalu mengingat hal- hal berikut ini:
1.  Sebelum kita memakainya, lebih dahulu harus ada periksaan apakah kawat, steker dan sakelarnya baik keadaannya.
2.  Panaskan bantal kecil pada kedudukan yang paling tinggi, kemudian biarkan terlebih dahulu menguap (di luar tempat tidur penderita).
3.  Selanjutnya pasanglah sakelar pada kedudukan arus listrik yang paling rendah, usahakan agar sakelar tidak sampai berada di bawah selimut penderita dan jaga pula agar tidak dapat bersentuhan dengan air.
4.  Harus diamati agar penderita tidak sampai mengubah kedudukan sakelar yang sudah ditetapkan tadi.

Selimut Listrik

Cara penggunaan selimut listrik sama seperti penggunaan bantal listrik tadi, yaitu:
1.  Sebelum kita memakainya, lebih dahulu harus ada periksa apakah kawat, steker dan sakelarnya baik keadaannya.
2.  Panaskan bantal kecil pada kedudukan yang paling tinggi, kemudian biarkan terlebih dahulu menguap (di luar tempat tidur penderita).
3.  Selanjutnya pasanglah sakelar pada kedudukan arus listrik yang paling rendah, usahakan agar sakelar tidak sampai berada di bawah selimut penderita dan jaga pula agar tidak dapat bersentuhan dengan air.
4.  Harus diamati agar penderita tidak sampai mengubah kedudukan sakelar yang sudah ditetapkan tadi. 
e.    Lampu Infra Merah



Lampu infra merah merupakan  sebuah sumber panas dengan sinar tertentu yang dipancarkan. Sinar infra merah dipancarkan pada tubuh panderita untuk memperoleh rasa hangat pada tubuhnya. (Bouwhuizen,W.1986:191-193)

c.       Keuntungan dan Kerugian
1.     Keuntungan
1.      Memenuhi kebutuhan rasa nyaman pada klien
2.      Mudah dan Praktis
3.      Memberikan rasa hangat
4.      Mengurangi dan membebaskan rasa nyeri
2.  Kerugian
1.   Pada 24 jam pertama setelah cedera traumatik. Panas akan    meningkatkan perdarahan dan pembengkakan
2.   Peradarahan aktif. Panas akan menyebabkan vasodilatasi dan meningkatkan Perdarahan
3.    Edema noninflamasi. Panas meningkatkan permeabilitas kapiler dan edema.
4.   Tumor ganas terlokalisasi. Karena panas mempercepat metabolisme sel, pertumbuhan sel, dan meningkatkan sirkulasi, panas dapat, mempercepat metastase (tumor sekunder)
5.    Gangguan kulit yang menyebabkan kemerahan atau lepuh. Panas dapan membakar atau menyebabkan kerusakan kulit lebih jauh.

2.2.2.  Terapi Dingin
a.      Pengertian
Terapi dingin dikenal sebagai cryotherapy yang bekerja pada prinsip pertukaran panas. Hal ini terjadi ketika menempatkan objek pendingin dalam kontak langsung dengan objek suhu yang lebih hangat, seperti es terhadap kulit. Objek dingin akan menyerap panas dari objek yang lebih hangat. Setelah cedera, pembuluh darah akan memberikan oksigen dan nutrisi kepada sel-sel yang rusak. Sel-sel di sekitar cedera meningkatkan metabolisme dalam upaya mengkonsumsi lebih banyak oksigen. Ketika seluruh oksigen digunakan, sel-sel akan mati serta pembuluh darah yang rusak tidak bisa membuang sampah. Sel darah dan cairan meresap ke dalam ruang di sekitar otot yang mengakibatkan pembengkakan dan memar. Saat es ditempelkan akan menyebabkan suhu jaringan yang rusak menurun melalui pertukaran panas dan menyempitkan pembuluh darah lokal. Hal ini memperlambat metabolisme dan konsumsi oksigen, sehingga mengurangi laju kerusakan. Proses tersebut menghentikan transfer impuls ke otak yang mendaftar sebagai nyeri. Kebanyakan terapis dan dokter menyarankan untuk tidak menggunakan terapi panas setelah cedera, karena hal ini akan memiliki efek sebaliknya dari terapi dingin. Panas meningkatkan aliran darah dan melemaskan otot-otot. Hal itu baik untuk meredakan ketegangan otot, tetapi hanya akan meningkatkan rasa sakit dan pembengkakan cedera dengan mempercepat metabolisme. Terapi dingin harus selalu digunakan sesegera mungkin setelah cedera terjadi. Terapi dingin dilakukan sekitar 15 hingga 20 menit selama 48 jam.
b.      Tujuan
a.       Mengurangi peradangan dengan cara mengerutkan atau mengecilkan pembuluh darah
b.      Mengurangi rasa sakit
c.       Mengurangi kejang otot
d.      Mengurangi kerusakan jaringan
e.       Mengurangi pembengkakakan
f.       Mengurangi pembentukan udema (Pembekuan darah di bawah kulit)

Contoh Perantara Terapi Panas

Kantung Es dan Kerah Es

      Kantung es adalah sebuah kantung karet yang tipis, yang ditutup dengan mempergunakan sebuah sumbat sekrup dan sebuah cincin karet atau sebuah lempeng karet. Hal yang sama berlaku juga bagi kerah es, hanya bentuknya saja yang berbeda dan ia dipergunakan khusus untuk leher.
      Sebuah kantung es harus didinginkan kembali pada waktunya, yaitu sebelum es yang terakhir mencair. Berapa cepatnya es itu akan mencair, bergantung pada suhu penderita dan suhu sekitarnya. Sensasi ini dalam rangka adalah:
1).Dingin kulit,2) Merasa Burning ,3) Sakit , 4) Kekebasan
Peralatan yang diperlukan:
a.    Kantung es atau kerah es
b.    Potongan es yang kecil- kecil
c.    Peniti atau penusuk es
d.    Sarung kecil yang terbuat dari bahan flannel
e.     Handuk
Cara Kerja
1.  Sebelum dipergunakan, periksa dahulu keadaan kantung dan kerah es.
2.  Potongan es kecil- kecil dari lemari es, dimasukkan ke dalam baskom. Jika diperlukan potongan es yang lebih kecil lagi, kecilkan dengan menggunakan peniti atau penusuk.  Untuk mengerjakannya membutuhkan alas bersih. Jika terdapat ujung yang runcing, Tumpulkan dengan membilasnya di bawah pancuran, kemudian isi kantung es.
3.  Air yang berasal dari es mencair dan udara yang terdapat di dalam kantung es harus di keluarkan.
4.  Tutup kantung atau kerah es.
5.  Setelah bagian luarnya dikeringkan, periksa kantung es jika terjadi kebocoran. Kemudian masukkan kantung tersebut ke dalam sarung kecil yang terbuat dari bahan flanel. Kantung tidak boleh di letakkan diatas kulit telanjang pasien.
 b.    Pijat Es

Es merupakan material dari teknik terapi dingin. Es adalah sebuah air bersih yang dimasukkan ke dalam wadah lalu dibekukan di dalam lemari es samapi benar-benar beku. Langkah pertama yang harus dilakukan dalam teknik ini yaitu sedikit demi sedikit membuka es lalu pijatkan ke area yang sakit dengan menggunakan gerakan melingkar konstan. Jangan meletakkan es di satu daerah selama lebih dari 3 menit karena hal ini dapat menyebabkan radang dingin. Terapi dingin harus dihentikan setelah kulit terasa mati rasa.
Butir- Butir Es


Peralatan yang diperlukan
a.   Balok es berukuran kecil
b.   Peniti atau penusuk es
c.   Gelas dan sepotong kasa
d.   Piring kecil
e.   Sendok kecil
Cara Kerja
      Dengan tangan bersih, letakkan balok es berukuran kecil di atas alas yang bersih lalu tusuk- tusuk sehingga butir es menjadi lebih kecil. Butir es dimasukkan ke dalam gelas yang diatasnya telah direntangkan sepotong kasa. Gelas dan sendok kecil diletakkan di piring kecil kemudian dibawa ke tempat penderita, dan sampaikan bahwa ia harus menelan butir- butir es secara utuh.
d.    Unsur – Unsur Pendingin
Unsur pendingin atau “cold packs” diperoleh dalam keadaan siap pakai, digunakan sebagai pengganti kantung es. Unsur- unsur tersebut harus didinginkan di lemari es dengan suhu (- 18C). Suhu diatas 60C harus dihindarkan. Letakkan cold packs pada tempat yang diinginkan, bungkus dengan kain flanel dan tidak boleh diletakkan diatas kulit telanjang. Setelah selesai dipakai, bersihkan unsur- unsur pendingin dengan air dan sabun. Dan perlu diingat bahwa unsur pendingin harus dihindarkan dari kerusakan oleh benda tajam.
e.    Keuntungan dan Kerugian
Keuntungan
·         Alat dan bahan mudah ditemukan dan digunakan di rumah
·         Murah
·         Persiapan yang sedikit
·        Baik untuk luka ringan yang hanya memerlukan terapi dingin untuk satu samapi dua hari.

Kerugian
·         Es sebagai bahan dari terapi dingin mudah jatuh serta sulit untuk menjaga es di tempat
·         Es cepat mencair dan dapat membuat berantakan terutama jika melakukan terapi dingin di tempat tidur.
·         Es diterapkan pada permukaan sendi secara terbatas.
·         Hanya dapat diterapkan untuk jangka waktu yang singkat (10-20 menit).
·         Sulit digunakan untuk cedera yang lebih besar atau setelah operasi karena berbagai alasan.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Pemberian panas  adalah memberikan rasa hangat pada bagian tubuh yang memerlukan.Terapi pemanasan mengakibatkan pembuluh darah pada tempat itu akan melebar sehingga akan mendapat aliran darah yang lebih besar.
Sedangkan terapi dingin yaitu menggunakan kompres dingin dengan kirbat es yang berisi potongan- potongan es atau pemberian suhu dingin kepada pasien. Hal ini mengakibatkan pembuluh darah akan menyempit sehingga darah yang mengalir pada daerah yang didinginkan akan menurun.
 Saat pemberian terapi panas dingin kepada penderita, kita dapat mengamati dan melaporkan hal- hal berikut:
 Reaksi Penderita
 Keadaan kulit pada tempat kita meletakkan terapi panas dingin
 Apakah keluhan rasa nyeri makin bertambah
Apakah pemberian suhu dingin atau panas dirasakan oleh penderita sebagai sesuatu yang tidak menyenangkan.
Apakah kulit pada tempat kita meletakkan kelihatan sangat merah (pada pemanasan) atau berwarna putih/ merah tua (pada pendinginan). (Bouwhuizen,W.1986:194-196)
 Saran
Pemberian terapi panas dingin tidak boleh dilakukan pada bagian tubuh telanjang. Hal ini untuk mencegah terjadinya iritasi kulit. Hendaknya para petugas kesehatan selalu berhati- hati dan selalu mengamati keadaan pasien, apakah  terjadi perubahan kulit yang sangat merah (pada terapi pemanasan) atau berwarna putih/ merah tua (pada terapi pendinginan).








DAFTAR PUSTAKA

www.terapiperilaku.blogspot.com
www.google.com
Rochimah,Ns.Dalimi,E.Maryani,S.dkk.2011.Keterampilan Dasar Praktik Klinik.Jakarta:Trans Info Media
Eko, Nurul W. 2010. Ketrampilan Dasar Praktik Klinik Kebidanan. Jogjakarta:Pustaka Rihana




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar