Hana Fauzia

man jadda wa jadda ;)

Sabtu, 05 Januari 2013

HADIRILAH !!


--- Badai Pasti Berlalu ---

 --- Badai Pasti Berlalu ---


 BismillahirRahmanirRahim...  Pada suatu hari, seperti biasa kami bekendaraan menuju ke suatu tempat. Dan aku yg mengemudi. Setelah beberapa puluh kilometer, tiba² awan hitam datang bersama angin kencang. Langit menjadi gelap. Kulihat beberapa kendaraan mulai menepi & berhenti.  “Bagaimana Ayah? Kita berhenti?”, aku bertanya.  “Teruslah mengemudi!”, kata Ayah.  Aku tetap menjalankan mobilku. Langit makin gelap, angin bertiup makin kencang. Hujanpun turun. Beberapa pohon bertumbangan, bahkan ada yg diterbangkan angin. Suasana sangat menakutkan. Kulihat kendaraan² besar juga mulai menepi & berhenti.  “Ayah…?”  “Teruslah mengemudi!” kata Ayah sambil terus melihat ke depan.  Aku tetap mengemudi dengan bersusah payah. Hujan lebat menghalangi pandanganku sampai hanya berjarak beberapa meter saja. Anginpun mengguncang²kan mobil kecilku. Aku mulai takut. Tapi aku tetap mengemudi walaupun sangat perlahan.  Setelah melewati beberapa kilometer ke depan, kurasakan hujan mulai mereda & angin mulai berkurang. Setelah beberapa kilometer lagi, sampailah kami pada daerah yg kering & kami melihat matahari bersinar muncul dari balik awan.  “Silakan kalau mau berhenti & keluarlah”, kata Ayah tiba².  “Kenapa sekarang?”, tanyaku heran.  “Agar engkau bisa melihat dirimu seandainya engkau berhenti di tengah badai”.  Aku berhenti & keluar. Kulihat jauh di belakang sana badai masih berlangsung. Aku membayangkan mereka yg terjebak di sana & berdoa, semoga mereka selamat. Dan aku mengerti bahwa jangan pernah berhenti di tengah badai karena akan terjebak dalam ketidakpastian & ketakutan kapan badai akan berakhir serta apa yg akan terjadi selanjutnya.  Jika kita sedang menghadapi “badai” kehidupan, teruslah berjalan, jangan berhenti, jangan putus asa karena kita akan tenggelam dalam keadaan yang terus kacau, menakutkan & penuh ketidak-pastian.  Lakukan saja apa yang dapat kita lakukan, & yakinkan diri bahwa badai pasti berlalu. Jadikanlah kebiasaan yang positif untuk tidak menyerah hari ini  (Tulisan ini di dapat dari teman yang amat sangat bermanfaat bagi diri saya sendiri dan semoga bermanfaat pula buat saudara-saudari terkasih yang baik)  Silahkan saudara-saudariku terkasih yang mau share atau co-pas, dengan senang hati. Semoga bermanfaat. Semoga pula Allah Ta'ala berikan pahala kepada yang membaca, yang menulis, yang menyebarkan, yang mengajarkan dan yang mengamalkan… Aamin, Aamiin, Aamiin ya Alloh ya Rabbal’alamin …  Salam Santun Ukhuwah Karena-NYA

sumber : http://www.facebook.com/photo.php?fbid=486840968014679&set=pb.167129003319212.-2207520000.1357452591&type=3&theater

Kisah Tukang Bakso

Kisah Tukang Bakso


Di suatu senja sepulang kantor, saya masih berkesempatan untuk ngurus tanaman di depan rumah, sambil memperhatikan beberapa anak asuh yang sedang belajar menggambar peta, juga mewarnai. Hujan rintik-rintik selalu menyertai di setiap sore di musim hujan ini.

Di kala tangan sedikit berlumuran tanah kotor.., terdengar suara tek…tekk.. .tek…suara tukang bakso dorong lewat. Sambil ...
menyeka keringat, ku hentikan tukang bakso itu dan memesan beberapa mangkok bakso setelah menanyakan anak-anak, siapa yang mau bakso?

“Mauuuuuuuuu..”, secara serempak dan kompak anak-anak asuhku menjawab.

Selesai makan bakso, lalu saya membayarnya.
Ada satu hal yang menggelitik fikiranku selama ini ketika saya membayarnya, si tukang bakso memisahkan uang yang diterimanya. Yang satu disimpan dilaci, yang satu ke dompet, yang lainnya ke kaleng bekas kue semacam kencleng. Lalu aku bertanya atas rasa penasaranku selama ini.

“Mang kalo boleh tahu, kenapa uang-uang itu pisahkan? Barangkali ada tujuan?”

“Iya pak, memang sengaja saya memisahkan uang ini selama jadi tukang bakso yang sudah berlangsung hampir 17 tahun. Tujuannya sederhana saja, hanya ingin memisahkan mana yang menjadi hak saya, mana yang menjadi hak orang lain / amal ibadah, dan mana yang menjadi hak cita-cita penyempurnaan iman seorang muslim”.

“Maksudnya?”, saya melanjutkan bertanya.
“Iya Pak, kan agama dan islam menganjurkan kita agar bisa berbagi dengan sesama. Sengaja saya membagi 3 tempat, dengan pembagian sebagai berikut :

1. Uang yang masuk ke dompet, artinya untuk memenuhi keperluan hidup sehari-hari untuk keluarga.

2. Uang yang masuk ke laci, artinya untuk infaq /sedekah, atau untuk melaksanakan ibadah Qurban. Dan alhamdulillah selama 17 tahun menjadi tukang bakso saya selalu ikut qurban seekor kambing, meskipun kambingnya yang ukuran sedang saja.

3. Uang yang masuk ke kencleng, karena saya ingin menyempurnakan agama yang saya pegang yaitu Islam. Islam mewajibkan kepada umatnya yang mampu untuk melaksanakan ibadah haji. Ibadah haji ini tentu butuh biaya yang besar, Maka kami sepakat dengan istri bahwa di setiap penghasilan harian hasil jualan bakso ini kami harus menyisihkan sebagian penghasilan sebagai tabungan haji.. Dan insya Allah selama 17 tahun menabung, sekitar 2 tahun lagi saya dan istri akan melaksanakan ibadah haji.

Hatiku sangat… sangat tersentuh mendengar jawaban itu. Sungguh sebuah jawaban sederhana yang sangat mulia. Bahkan mungkin kita yang memiliki nasib sedikit lebih baik dari si tukang bakso tersebut, belum tentu memiliki fikiran dan rencana indah dalam hidup seperti itu. Dan seringkali berlindung di balik tidak mampu atau belum ada rejeki.

Terus saya melanjutkan sedikit pertanyaan, sebagai berikut : “Iya tapi kan ibadah haji itu hanya diwajibkan bagi yang mampu…? termasuk memiliki kemampuan dalam biaya…?

Ia menjawab, “Itulah sebabnya Pak, justru kami malu kepada Tuhan kalau bicara soal Rezeki karena kami sudah diberi Rizky. Semua orang pasti mampu kok kalau memang niat..?

Menurut saya definisi “mampu” adalah sebuah definisi dimana kita diberi kebebasan untuk mendefinisikannya sendiri. Kalau kita mendefinisikan diri sendiri ebagai orang tidak mampu, maka mungkin selamanya kita akan menjadi manusia tidak mampu. Sebaliknya kalau kita mendefinisikan diri sendiri, “mampu”, maka Insya Allah dengan segala kekuasaan dan kewenangannya Allah akan memberi kemampuan pada kita kok.

“Masya Allah… sebuah jawaban dari seorang tukang bakso”.
Saudaraku.., Cerita perjalanan spiritual ini sangat sederhana
dan jadi inspirasi. Semoga memberi hikmah terbaik bagi kehidupan kita. Aamiin.

sumber : http://www.facebook.com/pages/Cahaya-Bulan/167129003319212?fref=ts

Jumat, 23 November 2012

LOVE :)

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Dengan niat ibadah semata mata mencari Ridha-Nya, ijinkan aku mengungkapkan ketulusan hatiku, kelak disaat aku sudah menjadi hakmu,..

Ketika sebagai isterimu aku telah melalaikan kewajibanku dalam bertakwa kepada Allah Azza Wa Jalla, maka INGATKANLAH

Ketika sebagai isterimu aku telah melalaikan kewajibanku dalam rumah tangga, maka TEGURLAH

Ketika sebagai isterimu aku telah berani membantah perintahmu, maka LUNAKANLAH

Ketika sebagai isterimu aku telah banyak menuntut harta dunia, maka INGATKANLAH TENTANG AKHIRAT

Ketika sebagai isterimu aku telah banyak kufur atas pemberianmu, maka ajarkanlah BERSYUKUR

Ketika sebagai isterimu aku telah banyak keluar rumah tanpa
izinmu, maka jadikanlah rumah sebagai surga kita

Ketika sebagai isterimu aku telah mulai tidak setia, maka sayangilah dengan hatimu

Ketika sebagai isterimu aku telah banyak khilaf, maka tuntunlah ke jalan yang benar

Aku tak mau hubungan halal kita akan menjerumuskanku ke jurang murka-Nya

Aku hanya ingin patuh dan taat kepada Allah Azza Wa Jalla dan suami

Aku hanya ingin mengabdi sepenuh ketulusan hati hanya kepadamu, bukan kepada yang lain

Aku ingin engkau selalu menasehatiku, membimbingku, menuntuntku ke jalan yang diRidhaimu
Yang akan membawaku menuju Ridha-Nya tuk menggapai Jannah-Nya...
Aamii Ya Rabbal Aalamiin

~~


sumber : http://www.facebook.com/media/set/?set=a.432662450099198.102153.167129003319212&type=3

Rabu, 21 November 2012

SEDERHANA DALAM CINTA DAN BENCI

SEDERHANA DALAM CINTA DAN BENCI

 “CINTAILAH kekasihmu dengan sederhana saja, boleh jadi kelak dia akan menjadi musuhmu, dan bencilah musuhmu dengan sederhana saja, boleh jadi suatu saat dia akan menjadi kekasihmu.”
 [ Shahih at Turmudzi]

 Ya, sederhanalah dalam CINTA dan benci. Sesungguhnya hati manusia itu sentiasa berbolak balik dan berubah. Betapa seringnya kita membenci seseorang namun setelah masa berlalu kita begitu hormat dan sayang padanya. Ada juga yang kita sayang namun akhirnya kita benci sebencinya.

 Tidak ada perasaan yang kekal selamanya. Tidak ada yang wajib kita cintai melainkan CINTA kita pada ???? dan Rasul-NYA dan CINTA-CINTA yang akan menguatkan CINTA kita kepada ???? dan Rasul-NYA. Selain kedua-dua CINTA itu dan perkarayang menguatkan kedua-duanya kita tidak dituntut untuk berlebihan dalam perasaan CINTA, rindu atau dendam dan benci.
 Mencintai Allah dan Rasul Nya adalah sumber ketenangan dan kebahagiaan …

 Ada juga yang cinta dunia lalu jiwa menjadi sempit dan selalu tak puas dengan berbagai ni’mat yang ada. Demikian juga cinta akan pangkat dan jabatan yang membuat diri menjadi lupa, sombong, saling sikut , dan membenci satu sama lain …

 Demikianlah hakikat Cinta bila diletakkan berlebihan kepada selain Nya ..

 Ya, tidaklah salah jika hati kita CINTA pada sesuatu tetapi janganlah berlebihan , supaya kita masih memiliki diri kita sendiri hingga kita masih mampu menilai dan membedakan yang baik dan buruk atau kebenaran dan kepalsuan. Cintalah pada harta agar CINTA kita membuahkan kecukupan dan keberkatan. Cintalah pada dunia agar ia benar-benar menjadi ladang Akhirat dan cintalah pada pasangan kita agar terbinanya rumahtangga diatas dasar iman dan taqwa.

 Sungguh Allah tidak pernah lupa bahwa kita ini manusia dengan segala keinginan jiwa lalu Allah tunjukkan kita jalan untuk kita meraih ketenangan dan kebahagiaan. Sungguh, Allah mengetahui segala kecenderungan dan kelemahan kita sebagai manusia lalu ditunjukkannya jalan selamat dari dosa yang akan mematikan hati. Sungguh, Allah mengetahui bahwa kita hamba yang lemah lalu dibentangkan-NYA jalan taubat untuk kita kembali kepada-NYA.

 Al Hasan al Bashri rahimahullah berkata,

 Cintailah sekadarnya (jangan berlebihan) dan bencilah sekadarnya (jangan berlebihan), sungguh suatu kaum yang telah berlebihan dalam cinta , meyebabkan mereka menjadi hancur karenanya , dan suatu kaum yang lain telah berlebihan dalam membenci juga menyebabkan mereka menjadi binasa.”

 Wallahu a’lam bishawab,

 Sumber Page FB : Kupilih Dermaga-Mu Untuk Pelabuhan Cintaku (https://www,facebook,com/KDPC.ketikaIslammendekapjiwaku?fref=ts)

 Semoga bermanfaat ..

 ........ ♥♥ .......